Detail Berita


  • 27 Juni 2021
  • 319
  • Berita

Wedang Uwuh Sebagai Ikon Minuman Kesehatan Tradisional Jogja

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kebudayaan khas yang sarat dengan nilai-nilai luhur diantaranya budaya minum jamu, dan DIY mempunyai kekayaan khasanah ramuan (jamu, minuman tradisional) yang khas di Jogja. Warisan ramuan jamu dari lingkungan Kasultanan Yogyakarta sekurang kurangnya ada 31 jenis jamu.  Jamu telah dikenal sejak zaman dahulu sampai sekarang oleh masyarakat DIY. Kata jamu telah dikenal oleh masyarakat yang telah mengalami perkembangan sosial ekonomi dan pendidikan. Dengan masyarakat yang sehat, maka  dapat terwujud kesejahteraan masyarakat. Upaya pelestarian budaya tersebut dilakukan dalam lingkup pengkajian kearifan lokal DIY melalui aspek budaya masyarakat yang kaya akan nilai-nilai filosofis di bidang jamu dan herbal. Animo masyarakat dalam hal pemanfaatan jamu dan ramuan herbal masih cukup tinggi di DIY. Ada beberapa ramuan herbal khas Jogja yang selama ini banyak diproduksi berdasar warisan leluhur dan bersifat turun temurun.

Obat tradisional sebagai salah satu komponen dalam pelayanan kesehatan tradisional harus mendapatkan perhatian. Obat tradisional berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Sementara itu, beberapa kelemahan pada praktek kesehatan tradisional masih terjadi. Bahan baku jamu masih perlu peningkatan pemenuhan syarat higiene dan kualitasnya. Selama ini bahan baku sebagian besar diperoleh dari pasar-pasar tradisional yang tidak diketahui dari mana asalnya, kapan dipanen, dan bagaimana proses yang dilakukan sebelum dipasarkan. Ketersediaan bahan baku jamu masih perlu diupayakan agar dapat menjamin pelestarian ketersediaan sumber bahan baku jamu.

Kualitas bahan baku jamu perlu didata dengan sistem dokumentasi modern, sehingga dapat dipahami dan dipercaya oleh masyarakat. Kualitas, keamanan dan ketersediaan bahan baku jamu perlu dijaga dengan cara  budidaya tanaman obat yang terstandar dan dikelola secara profesional.  Untuk itu diperlukan ketersediaan lahan sebagai bentuk diversifikasi tanaman yang dikembangkan untuk budidaya tanaman obat, sekaligus diarahkan untuk pemberdayaan petani atau masyarakat pemerhati yang sebelumnya sudah diberikan penyuluhan,atau pelatihan.

Untuk mewujudkan pengembangan program kesehatan tadisional di Daerah Istimewa Yogyakarta khsusnya tentang bahan herbal dan ramuan tersebut perlu dilakukan kajian tentang salah satu ramuan herbal khas Jogja yaitu “wedang uwuh” dari berbagai aspek seperti aspek populasi peraciknya, standar mutu produk, kandungan gizi dan zat aktif, persepsi masyarakat tentang manfaat, kajian epidemiologi dan penyakit tidak menular, riset praklinik toksisitasnya, kajian anti oksidan secara invitro, kajian literasi review sistematik komponen penyusunnya, kajian observasi klinik pada responden, kajian peta bisnis mulai bahan baku, proses teknologi sampai jaringan pemassarannya.

Sebelum dilakukan kegiatan kajian tersebut perlu dilakukan paparan atau seminar proposal untuk mendapatkan masukan dari para pembahas dan instansi lintas sektor terkait agar lebih sempurnanya renacan kegiatan kajian tersebut. Oleh karena itu dilakukan paparan tentang proposal kajian yang disampaikan oleh Dr Kintoko, Apt, M.Sc sebagai ketua tim kajian tersebut. Tim terdiri dari akademisi dari UGM dan UAD Yogyakarta.   

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 4.447
  • Bulan Ini

  • 617.886
  • Total Kunjungan

  • 3.620.960