Detail Artikel


  • 19 April 2016
  • 2.602
  • Artikel

LANJUT BOSS... Berikut hoax kesehatan yang berhasil dihimpun (bag 2)

21. Lintah Masuk ke Perut Melalui Kangkung

 

Pesan berisi imbauan agar berhati-hati saat memasak kangkung karena bisa jadi lintah yang bersembunyi di batang kangkung ikut termakan dan bersemayam di dalam usus sering beredar. Benarkah?

 

"Kalau lintah sepertinya nggak bisa ya. Kena asam lambung pasti mati. Parasit di tubuh manusia memang ada. Umumnya telur cacing yang masuk ke tubuh, bermanifestasi di usus halus," terang Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)

 

22. Narkotika Digital yang Bikin 'Sakaw'

Beredar informasi yang menyebut tipe baru narkoba digital yang sangat mudah di akses dari smart phone. Namanya aplikasinya: i-doser. Namun Badan Narkotika Nasional (BNN) menegaskan bahwa i-doser tidak termasuk narkotika.

Ahli neurologi, Helane Wahbeh dari Department of Neurology OHSU Oregon Health and Science University, ketika ditanya apakah i-doser yang menggunakan teknik 'binaural beats' meningkatkan aktivitas gelombang otak, jawabannya sama sekali tidak ada peningkatan gelombang otak.

23. Infeksi Cacing Melalui Kecoa

Di Facebook ada pesan yang menyarankan untuk tidak membunuh kecoa dengan cara dipukul sampai keluar isi perutnya. Alasannya karena di perut kecoa terdapat cacing yang bisa masuk ke tubuh lewat pori-pori atau luka.

Bisa saja di perut kecoa ada cacing. Namun kebanyakan kasus infeksi cacing pada manusia terjadi lewat makanan, bukan lewat kecoa.

 

 

 

24. Obat Hewan untuk Sterilisasi Manusia

  Sempat beredar Progesterex yang digunakan untuk mensterilisasi hewan digunakan untuk memperkosa dan mensterilisasi korbannya. Konon jika minum obat ini tidak akan bisa hamil selamanya. Tapi info ini hoax belaka. Sebab Progesterex merupakan obat fiktif.

Meski demikian penting untuk tidak menerima tawaran makanan atau minuman dari orang tidak dikenal untuk menghindari ancaman kesehatan maupun tindakan berbau kriminalitas.

 

25. Jarum Suntik di Bioskop Tularkan HIV

Pesan ini mungkin sering Anda terima: HIV disebarkan menggunakan jarum suntik yang diletakkan di bangku tempat duduk bioskop. Ini informasi yang tidak benar.

 

Padahal untuk menularkan virus HIV, maka darah yang terinfeksi harus benar-benar masuk ke dalam pembuluh darah. Selain itu darah terinfeksi HIV disebut bisa menularkan virus bila kondisinya masih segar.

26. Paru-paru Sobek karena Debu Vulkanik

Kala Gunung Merapi meletus 2010 silam, beredar pesan: kandungan silika di abu vulkanik bisa menyebabkan paru-paru sobek. Spesialis paru dari RS Persahabatan, dr Agus Dwisusanto, SpP menjelaskan paru-paru sobek tak dikenal dalam ilmu kedokteran. Yang ada adalah silikosis, yakni penumpukan debu silika yang bisa memicu fibrosis atau kekakuan jaringan paru-paru.

Setiap bebatuan sebenarnya mengandung silika dalam bentuk terikat dan akan terlepas ketika hancur menjadi debu. Partikel-partikel dalam bentuk bebas itu hanya bisa masuk ke dalam jaringan paru-paru jika ukurannya sangat kecil, yakni di bawah 10 mikron.

 

 

27. Penggunaan Masker

Di jejaring sosial beredar info dua sisi pada masker bedah memiliki perbedaan fungsi dalam memakainya. Sisi putih harus menempel di wajah untuk cegah mikro organisme keluar dari mulut dan hidung. Sementara yang hijau menghadap luar untuk mencegah partikel atau mikro organisme masuk ke tubuh.

 

Padahal penggunaan masker sederhana secara terbalik sekalipun tidak berpengaruh signifikan. Yang jelas ini merupakan masker sekali pakai.

 

28. Obat Flu Sebabkan Pendarahan Otak

Beberapa waktu lalu beredar SMS ataupun e-mail tentang daftar obat flu terkenal yang bisa menyebabkan pendarahan otak karena mengandung PPA (phenylpropanolamine). Namun BPOM pada 2009 silam menampik mengeluarkan pengumuman obat batuk dan flu yang mengandung PPA.

 

BPOM menjelaskan PPA 15 mg diperbolehkan di Indonesia karena aman dikonsumsi. PPA di Indonesia disetujui sebagai obat penghilang gejala hidung tersumbat.

 

 

29.Deteksi Kerupuk yang Digoreng dengan Campuran Plastik

 

Kabar makanan yang digoreng dengan campuran plastik kerap terdengar. Di jejaring sosial pun beredar cara membedakan kerupuk yang digoreng dengan plastik dan yang tidak dengan cara dibakar.

 

Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan Olahan BPOM, Ratmono, membantah informasi yang mengatakan bahwa kerupuk yang menyala saat dibakar pasti digoreng mengunakan plastik. Menurutnya, semua kerupuk kalau dibakar pasti akan menyala dan berubah menjadi hitam.

 

30. Tisu Picu Kanker Indung Telur

Imbauan soal risiko kanker ovarium atau indung telur akibat menggunakan tisu wajah untuk cebok sempat beredar melalui broadcast message. Dikatakan tisu wajah mengandung talcum (bedak talk), yakni bahan tambahan yang bisa menyebabkan kanker.

 

"Sebenarnya itu (hubungan talcum dan kanker) hipotesis lama, tetapi tidak pernah ada buktinya. Jadi nggak usah khawatir," kata Dr Sigit Purbadi, SpOG(K)Onk.

31. Minuman Kemasan dengan Kandungan Berbahaya

 

Pesan berantai soal kandungan berbahaya di minuman kemasan kerap menyebar di masyarakat. Pesan itu mengatasnamakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan mencantumkan nama dokter beserta nomor handphone-nya.

 

Dalam pesan disebutkan aspartame di minuman kemasan bisa menyebabkan pengerasan otak dan sumsum tulang belakang. IDI membantah mengeluarkan pernyataan itu. Sementara neurolog, Prof dr Teguh Ranakusuma SpS(k), mengatakan tidak ada yang namanya pengerasan otak. Namun ditekankan konsumsi apapun sebaiknya jangan berlebihan.

 

 

32. Pembuatan Tusuk Gigi Anti Boraks

Pesan berantai mengatakan alat pendeteksi boraks bisa dibuat sendiri dengan cara menusukkan tusuk gigi pada kunyit. Setelah itu, tusuk gigi ditusukkan lagi pada makanan yang dicurigai mengandung boraks.Jika positif ada boraks, konon warnanya akan menjadi merah.

 

Luthfia Adila sang penemu SIBODEC (Stick Of Borax Detector) menyebut kandungan kurkumin dalam kunyit memang bisa bereaksi dengan boraks. Namun menurutnya, kurkumin saja tidak efektif sehingga harus ditambah dengan pereaksi lain.

 

33. Air di Mobil Bisa Picu Kanker

 

Tersiar kabar minum air dari botol plastik yang disimpan di mobil bisa membahayakan kesehatan. Sebab air minum itu bisa memicu munculnya kanker payudara.

 

dr Andhika Rahman, SpPD, KHOM menyebut kabar itu tidak benar. "Ini cuma omong kosong. Berita seperti ini harus diuji lagi kebenarannya. Kanker juga tidak semudah itu bisa muncul," terangnya.

 

 

34. Lilin Picu Kanker

Sempat beredar kabar yang mengatakan menyalakan lilin bisa memicu kanker. Padahal asap atau sisa pembakaran tak semudah itu memicu kanker.

 

"Daripada asap yang dihirup seperti itu, lebih berisiko kalau kita meminum air panas dari wadah plastik. Itu plastik kalau kena air panas bahan-bahan kimianya terurai dan bisa masuk tubuh," kata ahli kanker, dr Ramadhan, SpBOnk.

 

35. TB dan HIV Menular Lewat Terompet

Broadcast message tentang bahaya meniup terompet sering beredar menjelang malam pergantian tahun. Dikatakan, virus-virus 'mengerikan' seperti tuberkulosis (TB) dan HIV bisa menyebar lewat terompet.

 

HIV yang merupakan virus penyebab AIDS memang terjadi melalui kontak cairan tubuh, tetapi bukan melalui mulut. Sedangkan bakteri penyebab TB menular bukan melalui bekas air liur yang masuk ke mulut, melainkan droplet atau bercak dahak yang masuk ke saluran napas.

 

36. Tips Bedakan Es Batu dari Air Matang dan Mentah

 

Di berbagai forum internet, banyak beredar tips membedakan es batu yang diproduksi dari air matang dengan air mentah. Menurut tips tersebut, bening atau tidaknya es batu bisa menjadi indikatornya.

Padahal aman tidaknya produk es batu tidak bisa dilihat dari bentuknya. Aman tidaknya es batu harus diuji di laboratorium.

 

37.  Tusuk Jari dengan Jarum untuk Bantu Pasien Stroke

 

Pesan berantai menyebut menusukkan jarum pada jari-jari pasien stroke dan kemudian mengeluarkan darahnya satu-dua tetes bisa membantu. Penusukan juga bisa dilakukan di area bawah daun telinga. Konon ini bisa melancarkan dan membantu oksigen masuk ke tubuh pasien.

Penusukan jarum nyatanya hanyalah untuk membuat pasien tetap sadar dan bukan pertolongan pertama pada pasien stroke.

 

38.  Tanaman Hias Beracun Sangat Mematikan

 

Dieffenbachia amoena atau sri rejeki merupakan tanaman hias yang dikabarkan sangat beracun dan mematikan. Sehingga tanaman ini harus dijauhkan dari jangkauan anak.

Nyatanya sri rejeki memiliki racun pada getahnya. Namun efek racun getah pada sri rejeki termasuk dalam tingkatan ringan. "Getahnya kalau kena orang bisa bikin gatel tapi ada juga yang enggak," kata Dr Susiani Purbaningsih, DEA, dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (UI).

 

39. Makanan Kaleng Terpapar Virus HIV

Beredar kabar para pekerja positif HIV-AIDS memasukkan darah mereka ke dalam makanan kemasan kaleng. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan berita tersebut hoax dan menyesatkan. Untuk diketahui virus HIV tidak akan mampu bertahan hidup jika sudah keluar dari host atau tubuh manusia.

 

40. Tusuk Gigi Bisa Sebarkan AIDS   

Pernah dapat broadcast pesan tusuk gigi bisa menyebarkan AIDS? Konon tusuk gigi di restoran  dikembalikan ke tempatnya setelah digunakan pasien AIDS. Padahal ini hoax semata. Virus HIV penyebab AIDS tidak bisa ditularkan sesederhana menggunakan tusuk gigi bekas.

(agp 2.0)

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 1.044
  • Bulan Ini

  • 736.126
  • Total Kunjungan

  • 7.187.983