Pemantapan SIKDA Generik DIY : Mungkinkah Berpindah ke Lain Hati?

Salah satu tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk memperbaiki, memelihara dan meningkatkan status kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat. Keberhasilan pembangunan kesehatan dilakukan dengan membandingkan antara kondisi awal sebagai patokan dengan capaian kegiatan berikut dampaknya. Sistem pencatatan dan pelaporan merupakan komponen yang penting untuk memantau kesehatan masyarakat dan untuk menilai sejauh mana keberhasilan program kesehatan yang telah dilakukan, selain juga sebagai bahan untuk membuat perencanaan di tahun berikutnya.

Keberhasilan pencapaian indicator  juga ditentukan oleh alat untuk menilai indicator tersebut berupa system informasi yang handal. Sistem informasi kesehatan daerah (SIKDA) generic sebagai salah satu alat untuk melakukan pencatatan dan pelaporan mulai tingkat puskesmas dan kab/kota sudah dikembangkan oleh Pusat Data dan Informasi Kemenkes. Pada tahap awal telah dilakukan orientasi SIKDA Generik tingkat pusat sebagai salah satu upaya untuk menyamakan persepsi dan pemahaman dari pencatatan dan pelaporan puskesmas secara elektronik. Hal yang sama juga dilakukan di DIY dengan topic pemantapan SIKDA Generik dengan melibatkan tiga Kabupaten (Bantul, Kulon Progo dan Sleman) serta 73 puskesmas di tiga kabupaten tersebut. Pemantapan SIKDA Generik di DIY ini berlangsung mulai tanggal 21-25 Maret 2017 di Hotel Sahid Rich Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk pemantapan dan pengenalan terhadap pencatatan dan pelaporan puskesmas berbasis elektronik menggunakan aplikasi SIKDA Generik versi 1.4 bagi pengelola program gizi, KIA dan imunisasi.

Disisi lain semua puskesmas di DIY sudah menggunakan system elektronik untuk pencatatan dan pelaporan puskesmas, dengan aplikasi yang beragam pada masing-masing Kab/kota. Tantangan saat ini adalah aplikasi yang digunakan harus bisa berintegrasi dengan system lain yang saling terkait seperti P-Care BPJS. Beberapa aplikasi di puskesmas sudah bisa bridging dengan P-carenya BPJS dengan proses yang tidak mudah. SIKDA Generik keluaran terbaru Kemenkes ini menawarkan atomatis bridging dengan BPJS dan kedepan akan bersinergi juga dengan Sistem Informasi Puskesmas (SP2TP) khususnya yang versi online. Bagi puskesmas di DIY ini merupakan tawaran menarik dan apakah mereka akan berpaling dari aplikasi yang sudah dipakai selama ini? Kita tunggu saja perkembangannya……

Bagikan