Pesan DIY di Konas Promkes tahun 2017 “PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENUJU JOGJA SEHAT MANDIRI”

Judul di atas merupakan tema pameran Dinas Kesehatan DIY dalam konferensi nasional promosi kesehatan ke 7 , yang di selenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI pada tanggal 12 sd 16 September 2017, di Mercure Hotel Ancol Jakarta. Yang diikuti sekitar 1000 peserta berasal dari Kementerian/ lembaga, Pemerintah Daerah/ Dinas Kesehatan Propinsi/ Kabupaten , RS, Institusii pendidikan, organisasi kemasyarakatan, Organisasi profesi, dunia usaha, mahasiswa.

                Konferensi nasional promosi kesehatan  dilaksanakan setiap 4 tahun sekali, Tahun 2017 merupakan konferensi nasional promosi kesehatan ke 7 dengan tema Promosi Kesehatan dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan  dengan tujuan meningkatkan upaya promosi kesehatan menuju pencapaian pembangunan berkelanjutan.

                Dalam pameran konferensi nasional promosi kesehatan tersebut Dinas Kesehatan DIY menampilkan beberapa unggulan dan inovasi pemberdayaan masyarakat di 5 kabupaten / kota. Pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan Jogja yang sehat mandiri antara lain :

1.       SIPP -Mas dan SiKesi Gemes

SIPP-Mas suatu inovasi sistem informasi kegiatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di Kota Yogyakarta , yang berisi data kegiatan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) yang dapat di akses secara online melalui aplikasi berbasis website dan android.

Si kesi Gemes adalah sistem penguatan kelurahan siaga dalam rangka mewujudkan gerakan masyarakat hidup sehat. Kegiatan yang dilakukan dengan identifikasi peran lintas sektor/ LSM dalam kelurahan siaga, menyusun buku juknis pembentukan Rt dan RW siaga, membuat regulasi dengan surat keputusan walikota tentang penguatan kelurahan siaga, membuat jejaring kemitraan dan media promosi.

2.       Geliat Barongan

Sebuah inovasi model pemberdayaan di dusun Barongan , Sumber Agung , Jetis , Bantul dalam implementasi gerakan masyarakat hidup sehat di kalangan pemuda dengan melibatkan Karang taruna.

Kegiatan berupa pengelolaan sampah dengan membentuk bank sampah, kesehatan reproduksi, gizi seimbang, KTR, kesehatan lingkungan, PSN. dll

3.       Kelambu Siti

Suatu upaya menurunkan angka kematian ibu dengan membentuk kelompok penyelamat Ibu hamil resiko tinggi khususnya di wilayah Puskesmas Nanggulan Kulon Progo. Kegiatan berupa pemantauan dan pendampingan ibu hamil resiko tinggi oleh kader kesehatan dan petugas kesehatan di wilayah tempat tinggal.

4.       Ayunda Si Menik

Ayo tunda Usia menikah adalah pemberdayaan dalam rangka menurunkan pernikahan di usia dini, menurunkan kasus kematian ibu dan anak akibat pernikahan di usia dini terutama di kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunung Kidul.

Kegiatan  dengan melakukan kerjasama dan meningkatkan komitmen pemangku kepentingan dengan membuat kesepakatan/ MOU dengan kecamatan, Polsek, Koramil, KUA, Upt pendidikan, Puskesmas, Pemerintah Desa, MUI, Tokoh masyarakat, LSM.

Kegiatan ini masuk dalam top 99 Sinovik tahun 2017 dari 3043 proposal yang masuk.

5.       Tua Keladi

Adalah kegiatan santun lansia, kesehatannya layak di perhatikan, merupakan sistem pelayanan terpadu dalam dan luar gedung terhadap pelayanan lansia di Puskesmas Gamping 1. Pelayanan terpadu One Stop Service yaitu memberikan pelayanan prima terhadap lansia berupa : ruang tunggu terrpisah dengan pasien umum, toilet yang menunjang lansia, penyediaan alat bantu lansia berupa kursi roda, tripot, walker, pelaksanaan tes intelegensia, pengelolaan penyakit kronis, sarana konseling melalui SMS Gateway dan e-counselling 24 jam. Pelayanan luar gedung berupa senam dan posyandu / posbindu, kunjungan rumah.

 Demikian beberapa unggulan pemberdayaan masyarakat di DIY, Semoga bermanfaat.
Bagikan

Kirim Komentar