Jambore Remaja Sehat DIY 2016, Di Sini Yang Muda Beraksi

Be healthy, be responsible. Tagline remaja DIY ini diharapkan tidak hanya berhenti dalam slogan semata, namun hendaknya benar-benar diterapkan oleh para remaja. Bagaimana tidak? Remaja adalah calon penerus bangsa. Pembangunan suatu negara yang berkelanjutan membutuhkan penerus bangsa yang sehat dan cerdas.

Namun pada kenyataannya banyak penyakit serius akibat perilaku yang dimulai sejak masa remaja seperti merokok, perilaku seksual berisiko, penyalahgunaan napza, yang membawa pada HIV-AIDS, masalah gizi, dan berbagai penyakit. Data survei kesehatan reproduksi remaja Indonesia menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan. Perokok aktif remaja mencapai lebih dari 50%. Peminum alkohol aktif remaja mencapai 19,2%. Sementara itu, data Dinkes DIY 2015 menunjukkan kasus persalinan pada remaja  cukup tinggi, yaitu mencapai 1078 kasus. Hal ini tentunya menjadi keprihatinan kita semua.

Dari pemikiran itulah diselenggarakan pemilihan Duta Remaja Sehat 2016 yang dihelat di Hotel Satya Graha tanggal 13-14 Desember 2016. Kegiatan yang dikemas dalam Jambore Remaja Sehat tersebut diikuti  lebih 100 remaja dari 5 kabupaten kota.

Kegiatan ini dikemas menarik di antaranya fun games untuk memupuk kreativitas, ide pemecahan masalah, komunikasi, kerjasama dan kepemimpinan. Selain itu juga FGD mengenai berbagai isu remaja seperti Kekerasan dalam Pacaran (KDP), bullying, pernikahan dini, Kehamilan Tak Dikehendaki (KTD).

Sedangkan pada hari kedua, diselenggarakan final pemilihan Duta Remaja Sehat DIY Tahun 2016. Kegiatan yang tahun ini merupakan kali kedua, diikuti 10 finalis, dengan juri para pakar di bidangnya. Tercatat sebagai juri adalah dr. Rukmono Siswishanto, SpOG, ahli gizi Retno Pangastuti, DCN. M.Kes., psikolog Dra Sriningsih, M.Si, dan drg Revolusiana Diah R, MM dari Dinkes DIY. Para finalis yang sebelumnya  juga telah dibekali materi terkait kesehatan dan juga public speaking ini  menjalani serangkaian penjurian, mulai dari pemeriksaan kesehatan, wawancara, penugasan project planning, sampai grand final berupa paparan program kerja dan edukasi kesehatan di antaranya Kesehatan Reproduksi Remaja, HIV AIDS, gizi remaja, Napza, serta Penyakit Tidak Menular.

Nur Habib Pangestu dari SMAN 1 Pakem Sleman serta Tia Mayasari dari SMAN 11 Yogyakarta akhirnya terpilih sebagai pemenang pertama dan berhak memboyong piala, piagam, uang pembinaan serta menyandang gelar Duta Remaja Sehat DIY 2016. “Alhamdulillah, seneng, ndak nyangka. Semoga nantinya bisa berbuat hal positif untuk remaja DIY” ucap Habib dan diiyakan olah Tia, yang berujar sempat menangis saat turun panggung selepas tampil.

Kepala Dinas Kesehatan DIY drg. Pembajun Setyaningastutie, M.Kes pada kesempatan tersebut berkenan menyerahkan penghargaan kepada pemenang dan dalam sambutannya beliau berpesan, agar Duta Remaja Sehat ini bisa menjadi contoh untuk teman-temannya. “Para duta ini nantinya akan menjadi model gaya hidup sehat sekaligus konselor bagi sebayanya. Diharapkan para Duta Remaja Sehat siap terjun untuk mengedukasi dan menjadi model remaja sehat di lingkungannya, agar remaja-remaja DIY menjadi calon penerus bangsa yang sehat dan tangguh” tandas beliau.

So, Duta Remaja Sehat DIY, ditunggu aksimu selanjutnya. (pf26)

Bagikan