MANAJEMEN PUSKESMAS DALAM PELAKSANAAN INTEGRASI PROGRAM IMUNISASI MEASLES RUBELA (MR), PEMBERIAN VITAMIN A DAN OBAT CACING

               Sebagaimana diketahui, pada bulan Agustus 2017 ini, bidang kesehatan akan melaksanakan berbagai program secara bersamaan. Program-program tersebut antara lain Kampanye Imunisasi MR, pemberian vitamin A dan obat cacing. Untuk menjamin kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan program tersebut, perlu dilakukan manajemen puskesmas yang baik. Manajemen puskesmas meliputi P1 (perencanaan), P2 (penggerakkan dan pelaksanaan) dan P3 (pengawasan, pengendalian dan penilaian). Salah satu input dalam perencanaan puskesmas adalah adanya data dan informasi. Dalam pelaksanaan integrasi program-program di atas, salah satu data dan informasi yang diperlukan dalam perencanaan puskesmas adalah tentang penjelasan program-program tersebut.

               Kampanye Imunisasi MR adalah sebuah program imunisasi masal yang diberikan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Imunisasi MR bermanfaat untuk mencegah kesakitan, kecacatan dan kematian yang disebabkan oleh penyakit campak dan rubella. Kampanye imunisasi MR ini tidak memandang status imunisasi, artinya setiap anak usia 9 bulan hingga 15 tahun, baik itu sudah mendapatkan imunisasi campak atau Measles, Mumps, Rubella (MMR) tetap diberi imunisasi MR. imunisasi merupakan salah satu program kesehatan yang paling efektif dalam pembangunan kesehatan, utamanya untuk mencegah kesakitan, kecacatan dan kematian yang disebabkan oleh penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi (PD3I).

               Disamping kampanye imunisasi MR, bulan Agustus ini juga merupakan Bulan Pemberian Kapsul Vitamin A. Suplementasi vitamin A dilakukan pada semua anak yang berusia 6 hingga 59 bulan. Anak dengan usia 6-11 bulan mendapatkan suplementasi vitamin A kapsul biru, dosis 100.000 IU, sedangkan anak usia 12-59 bulan mendapatkan suplementasi vitamin A kapsul merah, dosis 200.000 IU. Suplementasi vitamin A bermanfaat untuk mencegah masalah kesehatan yang berkaitan dengan kekurangan vitamin A. Vitamin A atau retinol terlibat dalam pembentukan, produksi dan pertumbuhan sel darah merah, sel limfosit dan antibodi, mendukung integritas sel epitel pelapis tubuh. Vitamin A mencegah terjadinya rabun senja, xeroftalmia, kerusakan kornea dan kebutaan. Vitamin A dapat mencegah resiko anak terkena penyakit infeksi seperti infeksi saluran napas atas, campak dan diare.

                Pemberian vitamin A dapat diiringi dengan pemberian obat cacing agar penyerapan zat gizi pada balita lebih optimal. Pemberian obat cacing dapat mencegah resiko kekurangan gizi akibat investasi cacing, yang dapat berakibat menjadi rentannya seorang anak terhadap infeksi penyakit. Pemberian obat cacing dilakukan kepada balita, anak prasekolah dan usia sekolah.

               Dengan menggunakan data dan informasi yang akurat, strategi-strategi yang diambil dan ditetapkan dalam manajemen puskesmas dapat mendukung keberhasilan capaian dan terwujudnya tujuan dari masing-masing program.

Bagikan