Woww..!! Hoax Kesehatan Terbanyak..

Hoax..hoax..dan hoax..sepertinya saat ini menjadi teror yang meresahkan masyarakat. Tersebar luas melalui media social berbasis telepon genggam, hoax akan sangat berbahaya bila tidak disikapi dengan bijaksana dan penuh pemikiran. Banyak sekali hoax yang menggiring pandangan masyarakat terhadap sesuatu yang baik menjadi buruk, bahkan ada juga yang justru mampu membuat hal yang sebenarnya buruk, justru dilakukan oleh masyarakat karena dianggap baik.

Sektor kesehatan, tak lepas dari intaian serangan hoax ini. Banyak sekali info perihal yang tidak benar tentang kesehatan menyebar tanpa terkendali dan bahkan itu dipercaya oleh masyarakat. Bahkan justru menimbulkan kekeliruan asumsi di masyarakat sehingga justru membahayakan bagi kesehatan. Tentu bukan hal yang baik untuk dibiarkan.

Dikutip dari situs berita Antara News, Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Wina Armada Sukardi, menyampaikan hasil penelitiannya, yaitu bahwa hoax yang paling banyak tersebar adalah mengenai informasi kesehatan. Dinyatakan juga bahwa hoax ini cenderung diteruskan karena masyarakat kurang informasi mengenai hal tersebut.

Data dari penelitian ini menunjukkan sebesar 27 persen dari sekitar seribu berita hoax yang dijadikan sampel sejak Februari 2016 hingga Februari 2017 adalah berita kesehatan. Wina mengatakan, para penyebar berita hoax kesehatan ini biasanya melakukannya secara tidak sengaja karena merasa informasi tersebut bermanfaat dan harus segera diberitahukan kepada orang lain. Penyebar biasanya merasa berita yang mereka terima itu benar menurut logika mereka, mereka tidak punya berniat buruk untuk menyebar berita tersebut.

Ciri khas yang bisa menunjukkan berita itu adalah berita palsu alias hoax yaitumenggunakan judul berita sensasional, menggunakan kata-kata provokatif seperti "Lawan" atau "Sebarkan". Kekhasan lain adalah sumber yang dimuat dalam berita biasanya tidak jelas, Misalnya dalam berita itu ditulis penelitian dilakukan dokter dari Amerika, tetapi tidak tahu dokter siapa yang meneliti obat tersebut,"

Tidak dapat dipungkiri, kemudahan komunikasi saat ini turut serta meningkatan persebaran informasi yang belum diketahui kebenarannya. Perlu kebijaksanaan dari pemegang alat komunikasi untuk dapat mengendalikan laju persebaran informasi yang tidak jelas seperti ini. Pemerintah memang sudah mengatur komunikasi elektronik dengan hadirnya Undang-undang ITE, tetapi kita juga perlu turut serta untuk memerangi hoax yang pasti meresahkan.

Satu pesan penulis di sini, yaitu MARI PERANGI PEREDARAN HOAX!!

 

Sumber :

http://www.antaranews.com

Bagikan

Kirim Komentar