Mengenal Tools Health Metrics Network

Menilai kapasitas penyelenggaraan sistem informasi kesehatan pada sebuah institusi bisa dilakukan dengan berbagai tools atau alat yang sudah disediakan. Salah satu yang direkomendasikan oleh WHO adalah tools dengan menggunakan Health Metric Network (HMN). Tools ini mulai dikenalkan pada tahun 2005 dan mulai digunakan di berbagai negara. Indonesia melalui Kementerian Kesehatan mencoba menerapkan pada tahun 2007 dengan menilai kapasitas SIK nasional dan mencoba menilai beberapa provinsi pada tahun 2016.

Sistem Informasi Kesehatan merupakan suatu sistem yang menyediakan dukungan informasi bagi proses pengambilan keputusan di setiap jenjang administrasi kesehatan, baik di tingkat Fasilitas Pelayanan Kesehatan, di tingkat kab/kota, di tingkat provinsi, maupun di tingkat pusat. Sistem informasi kesehatan yang efektif harus dapat memberikan dukungan informasi pada proses pengambilan keputusan di semua tingkatan. Sistem informasi harus dapat menjadi alat manajemen yang efektif. Peningkatan sistem informasi kesehatan bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, kualitas, dan penggunaan informasi kesehatan untuk pengambilan keputusan.

Untuk melihat dan menilai kapasitas penyelenggaraan SIK di level nasional, provinsi maupun kab/kota tools yang sudah dimodifikasi ini cocok digunakan.  Tujuan penilaian ini untuk menilai status SIK dan kinerja SIK dari waktu ke waktu, memberikan informasi status SIK terhadap semua pemangku kepentingan, menentukan prioritas penguatan SIK nasional dan mengalokasikan sumber daya yang diperlukan untuk peningkatan kapasitas SIK nasional.

Tools ini menila penyelenggaraan SIK dari 6 aspek utama yaitu :

1.    Sumber Daya

2.    Indikator

3.    Sumber Data

4.    Manajemen Data

5.    Kualitas Data

6.    Diseminasi dan Pemanfaatan

 

Hasil dari penilaian tersebut dapat memberikan informasi posisi kita saat ini, bagaimana posisi kita dengan yang lainnya, dan merencanakan penguatan komponen dengan melakukan prioritas penguatan yang disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki. Sehingga perencanaan penguatan menjadi tepat sasaran dan optimal.

 

Oleh karena itu, penilaian kondisi SIK perlu dilakukan untuk memastikan kesesuaian intervensi penguatan SIK di berbagai level/tingkatan. Penilaian inipun harus dapat dilakukan secara periodik untuk melihat apakah intervensi yang dilakukan mampu dan efektif untuk meningkatkan Situasi SIK di wilayah kita.

 

Adanya penilaian kapasitas sistem informasi kesehatan dapat menjadi landasan bagi setiap daerah untuk memandang diri sendiri, membenahi dan mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan agar terwujud sistem informasi kesehatan yang handal yang dapat menghasilkan data dan informasi yang berkualitas serta dapat digunakan sebagai alat ukur keberhasilan semua program yang dijalankan yang pada akhirnya dapat Mewujudkan Kualitas Hidup Manusia lndonesia yang Tinggi, Maju dan Sejahtera.

Bagikan