Hemat Energi di Dinas Kesehatan DIY

Pada kondisi krisis energi saat ini, sangat penting untuk melakukan penghematan. Ini harus dilakukan baik dilevel individu maupun dilever perkantoran seperti Dinas Kesehatan. Saat ini Pemerintah dalam hal ini Presiden telah mengeluarkan Instruksi Presiden No 13 Tahun 2011 tentang Penghematan Energi dan Air. Isinya meliputi, pertama, penghematan listrik sebesar 20% dan penghematan air sebesar 10%, yang dihitung dari rata-rata penggunaan listrik dan air di lingkungan masing-masing dalam kurun waktu 6 (enam) bulan sebelum dikeluarkannya Inpres. Kedua, penghematan pemakaian BBM Bersubsidi sebesar 10%, melalui pengaturan pembatasan penggunaan BBM Bersubsidi bagi kendaraan di lingkungan instansi masing-masing, dan di lingkungan BUMN dan BUMD, yang dilakukan sepanjang BBM Non Subsidi tersedia di wilayah masing-masing.

Di Dinas Kesehatan telah dan akan terus dilakukan penghematan energi. Untuk itu dilakukan berbagai cara untuk penghematan energi. Beberapa diantaranya adalah :

1.   Menggunakan lampu hemat energi sesuai dengan peruntukannya

2.   Menggunakan Ballats elektronik pada lampu TL (neon)

3.   Mengatur daya pencahayaan maksimum sesuai standar nasional indonesia (SNI)

4.   Mengurangi penggunaan lampu aksesoris (hias)

5.   Menggunakan rumah lampu yang memiliki pantulan cahaya tinggi

6.   Membersihkan lampu dan rumah lampu jika kotor agar tidak menghalangi cahaya lampu

7.   Mengurangi penerangan yang tidak perlu pada ruang kerja

8.   Mematikan penerangan jika meninggalkan kantor

9.   Mematikan lampu ruangan jika akan meninggalkan ruangan dalam waktu yang lama

10. Menggunakan lampu kamar mandi hanya jika sedang digunakan

11.  Mencabut colokan listrikk setelah digunakan

12.  Menyesuaikan suhu penyejuk ruangan /AC

13.  Menggunakan teknologi hemat energi

14.  Membersihkan AC dengan rutin

Bagikan