ANIK DAN PERJUANGAN MENG’ASI’HI BAYINYA. PEKAN ASI SEDUNIA 2017 “BEKERJA BERSAMA UNTUK KEBERLANGSUNGAN PEMBERIAN ASI”

Tema Pekan ASI Sedunia (PAS) Tahun 2017 adalah “ Sustaining Breastfeeding Together!”. Dalam konteks Indonesia, tema tersebut diadaptasi menjadi “Bekerja Bersama untuk Keberlangsungan Pemberian ASI”. Pekan ASI ini bukan hanya perayaan dan pengingat bagi ibu ibu yang menyusui, namun juga bagi orang orang disekitarnya. Bagi berbagai instansi pemerintah, perusahaan dan banyak pihak lain. Ini adalah kisah Anik, seorang yang berjuang memberikan ASI bagi buah hatinya. Seorang ibu yang harus menghabiskan sekitar 9 jam dalam sehari untuk bekerja.

Anik telah bertekad memberikan ASI Eksklusif dan melanjutkannya sampai 2 tahun. Paska melahirkan, Anik berusaha memompa ASI disela sela menyusui bayinya. Cukup banyak ASI yang telah disimpannya dan bisa membuatnya bernafas lega. Awalnya tak banyak, namun dari berbagai informasi, dia mengetahui bahwa semakin sering disusui dan dipompa, maka ASI akan semakin deras.

Dia berfikir semua akan lancar. Terlebih lagi, dia beruntung karena kantor menyediakan ruang laktasi lengkap dengan fasilitasnya sehingga mempermudah proses memompa ASI. Namun perjalanan tak semulus yang dibayangkan. Tantangan dimulai dengan konsumsi ASI bayinya ternyata cukup banyak. Sehingga stock yang awalnya melimpah, lambat laun menipis.  Untuk mengejar stock, Anik melakukan segala cara. Terlebih, ASI hasil pumpingnya terbilang tak cukup banyak dibandingkan jumlah yang dikonsumsi Kirani Anaknya. Alhasil, segala cara ditempuh untuk bisa meningkatkan hasil produksi ASInya.

Mulailah perjuangan dengan mencari suplemen penambah ASI. Tiap ada yang memberikan saran selalu didengarkan dan lebih banyak diikuti. Menggunakan daun katuk dan jagung sebagai cara alami, meminum segala merk susu, teh, dan minuman yang diklaim produsennya bisa meningkatkan  ASI hingga jamu uyup uyup depan kantor tak luput pula dari usahanya.  Apakah mencukupi? Belum juga maksimal. Tak menyerah, dia terus berusaha mengumpulkan informasi.

Perjuangan dilanjutkan dengan meningkatkan kuantitas memompa. Meski harus memompa pada jam jam orang lain tidur nyenyak tetap dilakoni.  Jadwal malam pada Jam 10 , jam 1, dan jam 3 malam menjadi jadwal rutinnya. Padahal pagi harus bangun jam 4 menyiapkan bekal keperluan keluarga dan si bayi sebelum berangkat kerja. Mata panda dengan lingkaran hitam sudah menjadi semacam eye shadow bagi ibu menyusui seperti dirinya.

Anik selalu berangkat kerja dengan berharap bahwa nanti dikantor situasi kondusif dan nyaman sehingga dia bisa memompa dua kali pada jam 11 siang dan jam 3 sore. Tapi kenyataan tak selalu berbanding lurus dengan harapan. Ada kendala kendala yang membuatnya harus berkompromi. Belum lagi berhadapan dengan orang orang yang masih melihat sebelah mata tentang ibu menyusui. Pandangan ini mulai dari sekedar pandangan sampai pada sikap yang menimbulkan perasaan tak nyaman dan cenderung menghalangi keinginan Anik untuk mendisiplinkan jadwal memompanya. Sedikit banyak, faktor psikologis mempengaruhi jumlah ASI yang dipompa meski Anik sudah berusaha membuang jauh jauh pikiran negatif dari dirinya.

Saat ini usia anaknya lebih dari 1 tahun. Anik telah berhasil memberikan ASI eksklusif. Namun dia masih terus berjuang untuk tetap bisa memberikan ASI pada anaknya tanpa ditambah formula. Meski dia harus kembali berhias dengan mata panda dan meneguhkan hati demi yang terbaik untuk buah hati

Anik adalah satu dari ribuan bahkan jutaan ibu menyusui. Mereka butuh didukung untuk mampu memberikan hadiah terbaik yakni ASI yang akan memberikan banyak manfaat bagi buah hati. Pada masa kedepan, buah hati buah hati yang berkualitas inilah yang akan memegang tongkat estafet bangsa. Maka tugas kita untuk bersama sama mendukung keberlangsungan pemberian ASI ini. Fasilitas ruang laktasi adalah salah satu dukungan yang bisa disediakan oleh perusahaan dan instansi serta lembaga. Sikap hangat dan tidak menghakimi adalah dukungan konkrit dari orang orang disekitar ibu menyusui. Mari bersama merayakan pekan ASI 2017, “ Sustaining Breastfeeding Together!”

Bagikan