PERTEMUAN EVALUASI & KOORDINASI SURVEILANS CAMPAK

Campak adalah infeksi yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini akan memunculkan ruam di seluruh tubuh dan sangat menular. Campak bisa sangat mengganggu dan mengarah pada komplikasi yang lebih serius. Gejala campak mulai muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh. Gejala campak yang biasanya muncul adalah:

  1. Mata merah.
  2. Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.
  3. Gejala menyerupai pilek seperti radang tenggorokan, hidung beringus atau tersumbat.
  4. Mengalami demam.
  5. Bercak putih keabu-abuan pada mulut dan tenggorokan.


Bercak atau ruam berwarna merah-kecokelatan akan muncul di kulit setelah beberapa hari kemudian. Urutan kemunculan bercak ini dari belakang telinga, sekitar kepala,  kemudian ke leher. Pada akhirnya ruam akan menyebar ke seluruh tubuh.Sebaiknya Anda segera menghubungi dokter, klinik, atau rumah sakit terdekat jika mencurigai anak Anda menderita campak. Diagnosis campak bisa dilakukan dengan melihat gejala-gejala yang muncul. Tapi untuk memastikan diagnosis campak, sampel air liur diambil untuk tes.Penyakit ini disebut juga rubeola atau campak merah. Telah tersedia vaksin untuk mencegah penyakit ini. Vaksin untuk campak termasuk dalam bagian dari vaksin MMR (campak, gondongan, campak Jerman).

Program imunisasi campak di Indonesia dimulai tahun 1982. Menurut Riskesdas tahun 2010, anak-anak Indonesia berusia 1-2 tahun yang mendapat imunisasi campak mencapai rata-rata 74,4 persen. Sedangkan, capaian imunisasi campak di Indonesia hingga bulan Desember tahun 2013 adalah sebesar 90,82%. Meski capaian imunisasi campak di Indonesia telah mencakupi 90%, WHO melaporkan terdapat sekitar 6,300 kasus campak di Indonesia pada tahun 2013.

Pertemuan evaluasi dan koordinasi campak di D I Yogyakarta bertujuan agar  kasus Campak di DIY turun dan tidak ada lagi kasus campak di DIY. Pertemuan ini dilaksanakan tanggal 3 Juni 2016 di Aula Rumah Sakit Akademik Universitas Gajah Mada ( RSA - UGM) dengan peserta dari dokter dan perawat di RSA-UGM, Dokter Puskesmas, serta petugas surveilan kabupaten kota. Narasumber dari pertemuan ini dari Dinas Kesehatan DIY, RS Sardjito, BLK

Bagikan