SEMINAR AKESELRASI PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA


Bapelkes Dinkes DIY mengadakan seminar dengan tema akselerasi penurunan angka kematian ibu dan bayi di daerah istimewa Yogyakarta. Dalam perkembangan di tingkat regional Asia Tenggara, Indonesia masih termasuk terburuk dalam pencapaian angka  kematian ibu, bayi dan neonatus. World Health Report (2008-2011) menunjukkan bahwa Indonesia masih sangat tertinggal dibandingkan negara-negara seperti Thailand, Singapura, Vietnam dan Malaysia. Banyak negara di Asia Tenggara seperti Thailand dan Philipina, mampu mengembangkan upaya yang komprehesif yang mampu memberikan pengaruh signifikan bagi penurunan kematian ibu, bayi dan balita. Inovasi dari berbagai negara tersebut tentunya akan menjadi referensi yang berharga bagi Indonesia khususnya Yogyakarta untuk mengembangkan upaya yang sama atau lebih baik.

Pada tataran nasional, program-program inovasi telah dikembangkan salah satu yang paling baru adalah penerapan program Jampersal (jaminan persalinan). Program tersebut telah digulirkan sejak tahun 2010 dan saat ini telah diimplementasikan di seluruh Indonesia. Program tersebut juga didukung oleh berbagai kebijakan kementerian. Sementara di beberapa provinsi mampu lebih maju lagi dengan komitmen politik dalam bentuk berbagai kebijakan yang mampu mengembangkan upaya penurunan menjadi lebih intensif. Pengalaman secara nasional dan di berbagai wilayah tersebut kiranya penting pula untuk menjadi referensi pembelajaran seluruh stakeholder di DIY khususnya untuk jajaran aparatur di bidang kesehatan.

Angka kematian Ibu, Bayi dan neonatus di DIY sudah sejak lama menyandang predikat sebagai yang terbaik di Indonesia. Hasil berbagai riset dan sensus (1990/2000/2010) menunjukkan bahwa angka kematian di wilayah ini adalah terendah secara nasional. Namun kenyataan dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan bahwa predikat tersebut berpotensi terancam.

Dengan menggunakan perbandingan dengan provinsi lain dalam 20 tahun terakhir menunjukkan bahwa banyak provinsi di Indonesia yang telah beranjak mendekati “prestasi” dengan angka kematian yang semakin mendekati yang dimiliki DIY. Di sisi lain, DIY sendiri mengalami masa stagnasi dalam penurunan yang telah berlangsung dalam beberapa tahun. Dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa secara absolut kematian ibu, bayi dan neonatus mengalami kenaikan yang terjadi khususnya di beberapa kabupaten.

Dari segi aksesibilitas, DIY sebenarnya memiliki banyak keunggulan komparatif dibandingkan daerah lain. Jarak tempuh ke lokasi terjauh yang masih bisa dijangkau kurang dari 1 hari, sarana prasarana transportasi yang memadai, sarana pelayanan kesehatan yang tersebar, jumlah tenaga yang cukup banyak dan bervariasi, belum lagi didukung oleh banyaknya institusi pendidikan kesehatan di wilayah ini. Dengan demikian adalah ironis melihat kenyataan bahwa angka kematian ibu, bayi dan neonatus justru mengalami peningkatan.

Keterpaduan unit-unit pelayanan dan jajaran kesehatan pemerintah memegang peranan penting dalam hal ini. Keterpaduan diantara berbagai fungsi dalam pelayanan persalinan khususnya pelayanan kegawatdaruratan obstetri neonatal menjadi kunci dalam memecahkan permasalahan. Keterpaduan tersebut sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah besar. Perhatian terhadap keterpaduan peran dan fungsi tersebut sebenarnya secara konsepsional telah berkembang lama. Keterpaduan peran dan fungsi antara unit layanan pemerintah – swasta, dasar – rujukan, kebijakan lokal – regional, fungsi manajemen – kepemimpinan dll lebih dikenal secara internasional sebagai keterpaduan sub-sub sistem pelayanan kesehatan yang telah dipublikasikan pertama kali oleh WHO. Keterpaduan antar sistem atau sub-subsistem tersebut dikenal dengan istilah Sistem Kesehatan.

Mengacu dari permasalahan yang ada di DIY maka pencapaian tujuan penurunan kematian ibu, bayi, neonatus pada saat ini, memerlukan peningkatan keterpaduan tatanan. Keterpaduan tersebut terjalin dalam bentuk jejaring antara penyedia layanan, pengguna layanan dan organisasi mediasi yaitu pemerintah dan organisasi yang memiliki sumberdaya. Dengan penerapaan sistem kesehatan yang jelas dan diterapkan dengan baik akan meningkatkan ketanggapan dan keadilan yang pada akhirnya meningkatkan kontribusi bagi penurunan kematian ibu, bayi dan neonatus.

Hasil penelusuran terhadap permasalahan yang terjadi di DIY menunjukkan bahwa permasalahan dalam rujukan pasien gawat darurat obstetri adalah yang paling menonjol. Permasalahan tersebut memiliki dimensi yang cukup kompleks.Dalam hal ini rumah sakit seharusnya menjadi tempat rujukan penanganan pada kondisi kedaruratan terhadap kasus-kasus yang tidak bisa ditangani di tingkat dasar. Sedangkan untuk persalinan normal bisa dilaksanakan di tingkat puskesmas, klinik atau bidan  praktek swasta. Namun dalam kenyataannya di tingkat dasar maupun rujukan sekunder dan tertier juga belum seluruhnya dapat berjalan dengan baik.

Berbagai upaya antisipasi oleh pemerintah telah dilakukan, namun demikian nampaknya belum memberikan hasil yang memuaskan khususnya dalam penegakan ketentuan-ketentuan baku. Kondisi tersebut memicu pemerintah melalui dinas kesehatan provinsi untuk memperkuat aspek pelayanan rujukan diantaranya melalui upayapenerbitan Peraturan Gubernur nomor 59 tahun 2011 tentang mekanisme sistem rujukan yang berlaku tidak hanya pada peserta Jamkesta tetapi berlaku secara universal untuk persalinan termasuk bencana di DIY.

Pergub 59 tahun 2011 ditujukan untuk memberikan akselerasi dari sub sistem  kebijakan manajemen  (Stewardship) yang diharapkan akan memberikan kekuatan kepada berbagai pihak untuk penegakan berbagai ketentuan teknis berkaitan dengan sistem rujukan yang selama ini menjadi bagian yang paling kritis dalam mempengaruhi kematian ibu di DIY. Secara prinsip pergub tersebut memberikan  penekanan dan penegasan batasan tugas dari setiap unsur dalam sistem pelayanan persalinan khususnya persalinan dengan kegawatdaruratan.

Hari Kesehatan Nasional tahun 2012 di Provinsi DIY diperingati dengan tema yang berfokus kepada permasalahan kematian ibu dan anak. Hal ini untuk mengingatkan kembali komitmen  dan perhatian yang lebih besar dalam kaitannya dengan  permasalahan kematian ibu dan bayi. Tema diambil dengan judul ”DIY Cinta Sehat, Ibu Selamat Anak Sehat”. Dan untuk itu untuk mendukung upaya HKN tersebut, Bapelkes DIY menyusun kegiatan seminar dengan judul ”Akselerasi   Penurunan Kematian  Ibu dan Bayi” dengan sub judul optimalisasi sistem rujukan  persalinan.

Berita Lainya